KHUTBAH JUM'AT : KISAH NABI IBRAHIM & SEEKOR KATAK
KISAH NABI IBRAHIM & SEEKOR KATAK
الحَمْدُ
للهِ الْمَلِكِ الدَّيَّانِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى مُحَمَّدٍ سَيِّدِ
وَلَدِ عَدْنَانَ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَتَابِعِيْهِ عَلَى مَرِّ
الزَّمَانِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ
الْمُنَـزَّهُ عَنِ الْجِسْمِيَّةِ وَالْجِهَةِ وَالزَّمَانِ وَالْمَكَانِ،
وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ كَانَ
خُلُقُهُ الْقُرْآنَ
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ حَقَّ
تُقَاتِهِۦ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ, قال تعلى: وَمَآ أُمِرُوٓاْ إِلَّا
لِيَعْبُدُواْ ٱللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ ٱلدِّينَ حُنَفَآءَ وَيُقِيمُواْ
ٱلصَّلَوٰةَ وَيُؤْتُواْ ٱلزَّكَوٰةَ ۚ وَذَٰلِكَ دِينُ ٱلْقَيِّمَةِ
Ma’asyiral Muslimin Rokhimakumullah
Berikhtiar adalah wajib. Maka barangsiapa mau
berikhtiar, ikhtiarnya akan dicatat sebagai ibadah. Jika ikhtiarnya membuahkan
hasil, maka setidaknya ia akan mendapat 2 (dua) keuntungan.
Pertama, ia akan memperoleh pahala dari Allah
SWT.
Kedua, ia akan mendapat keberhasilan atau manfaat
dari apa yang telah ia usahakan. Tetapi jika ikhtiarnya belum berhasil, maka
setidaknya ia akan mendapat satu pahala dari Allah SWT.
Berkenaan dengan hal ikhtiar tersebut, dalam
Tafsir Al-Qurthubi terdapat kisah mengenai kisah Nabi Ibrahim dan seekor katak.
Dalam Tafsir tersebut dijelaskan bahwa, Katak
tersebut tidak tahan melihat Nabi Ibrahim dibakar oleh Raja Namrud. Katak itu
sadar ia tak bisa berbuat apa – apa, yang bisa ia lakukan hanyalah pergi ke
tepi sungai dan menaruh air dalam mulutnya.
Katak tersebut melompat – lompat dari tepi sungai
ke tempat Nabi Ibrahim hendak dibakar, lalu disemburkan air itu, hal tersebut
dilakukan berkali – kali dengan tujuan agar api yang membakar Nabi Ibrahim
padam.
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Jika dipikir dengan akal sehat, usaha tersebut tidak akan mampu memadamkan api,
akan tetapi dengan usaha tersebut Allah melihat betapa besarnya cinta katak itu
kepada Nabi Ibrahim. Allah melihat usaha dari hamba-Nya yang kecil itu.
Karena usahanya tersebut, Allah melarang membunuh
katak sampai akhir zaman
Dari Abdurrazaaq rahimahullah dalam kitab
Al-Mushannaf, Rasulullah SAW bersabda:
قَالَ: أَخْبَرَنَا أَبُو سَعِيدٍ
الشَّامِيُّ، عَنْ أَبَانَ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ
صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أَمِّنُوا الضُّفْدَعَ؛ فَإِنَّ صَوْتَهُ
الَّذِي تَسْمَعُونَ تَسْبِيحٌ، وَتَقْدِيسٌ، وَتَكْبِيرٌ، إِنَّ الْبَهَائِمَ
اسْتَأْذَنَتْ رَبَّهَا فِي أَنْ تُطْفِئَ النَّارَ عَنْ إِبْرَاهِيمَ، فَأَذِنَ
لِلضَّفَادِعِ فَتَرَاكَبَتْ عَلَيْهِ، فَأَبْدَلَهَا اللَّهُ بِحَرِّ النَّارِ
الْمَاءَ»
“Berilah keamanan bagi katak
(jangan dibunuh) karena sesungguhnya suaranya yang kalian dengar adalah tasbih,
taqdis, dan takbir. Sesungguhnya hewan-hewan meminta izin kepada Tuhan-Nya
untuk memadamkan api dari Nabi Ibrahim, maka diizinkanlah bagi katak. Kemudian
api menimpanya maka Allah menggantikan untuknya panas api dengan air.” (HR.
Anas bin Malik).
Hadirin jama’ah jum;at yang dirahmati Allah.
Satu Ikhtiar yang dilakukan oleh seekor katak
yang berupa pertolongan kepada Nabi Ibrahim ternyata mendapatkan balasan yang
amat luar biasa besar. Allah memuliakan
katak tersebut sesuai dengan usaha kebaikannya dalam memadamkan api.
Sebagaimana Allah berfirman:
فَمَنْ يَّعْمَلْ
مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَّرَهٗۚ
“Maka barang siapa mengerjakan
kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya” QS. Al- Zalzalah : 7.
Saudara
– saudaraku yang beriman,
Dari
surat tersebut kita tahu bahwa suatu amal baik sekecil apapun akan tetap akan
diperhitungkan. Melakukan amal kebaikan tidak harus dengan harta. Melakukan amal
bisa dilakukan sesuai dengan kemampuan kita.
Baginda Rasullah SAW
bersabda :
مَنْ كَانَ لَهُ مَالٌ فَلْيَتَصَدَّقَ بِمَالِهِ
وَمَنْ كَانَ لَهُ عِلْمٌ فَلْيَتَصَدَّقَ بِعِلْمِهِ وَمَنْ كَانَ لَهُ قُوَّةٌ
فَلْيَتَصَدَّقَ بِقُوَّتِهِ
“Barangsiapa
yang memiliki harta, maka hendaknya ia bersedekah dengan hartanya. Dan
barangsiapa yang memiliki ilmu, maka hendaknya ia bersedekah dengan ilmunya.
Serta barangsiapa yang memiliki tenaga, maka hendaknya ia bersedekah dengan
tenaganya.“ (Dari Anas bin Malik)
Ma’asyiral Muslimin Rokhimakumullah
Melakukan amal kebaikan adalah sebuah perbuatan
yang mulia. Kemuliaan akan terjaga manakala dilaksanakan murni atas dasar
menjalankan perintah Allah semata. Amal yang diterima oleh Allah adalah Amal
yang ikhlas.
Dalam hadist yang diriwayatkan Al-Bazar dari Adahak Rasulullah SAW bersabda:
يَا اَيُّهَاالنَّاسُ اخْلِصُوْاَعْماَلَكُمْ للهِ
فَاِنَّاللهَ لَايُقْبَلُ مِنَ الَاعْمَالِ اِلَّا مَاخَلَصَ لَكَ
"Hai manusia bertulus
ikhlaslah kamu akan segenap amal yang dikerjakan karena sesungguhnya Allah
tidak menerima sesuatu amalan, kecuali dikerjakan karena Allah semata-mata"
Semoga kita dijadikan seorang hamba yang mampu
berbuat baik kepada siapa pun. Kita mampu untuk mengapresiasi suatu kebaikan
apa pun bentuknya, baik besar maupun kecil. Kita tidak pernah merendahkan suatu
kebaikan, atau menganggapnya remeh. Namun kita termotivasi untuk mendukung
kebaikan tersebut, bahkan memotivasi orang lain untuk berbuat baik.
بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ فِي اْلقُرْآنِ
اْلعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنْ آيَةِ وَذِكْرِ
الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ
الغَفُوْرُ الرَّحِيْم
KHUTBAH II
الْحَمْدُ لِلَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ ثُمَّ
الْحَمْدُ لِلَّهِ. أَشْهَدُ أنْ لآ إلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ
لَهُ، وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ لَا
نَبِيّ بعدَهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى
أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ القِيَامَةِ
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ
فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ
يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يٰأَ يُّها الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ
وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى
أَلِ سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ. اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ
وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ، اَلْأَحْياءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ.
اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ والقُرُوْنَ وَالزَّلاَزِلَ
وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتَنِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ
بَلَدِنَا إِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ
عامَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ اللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا
وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلًا وَارْزُقْنَا
اجْتِنَابَهُ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً
وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَاَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ
عٍبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتاءِ ذِي
اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشاءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ يَعِظُكُمْ
لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ،
وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ
(Devisi Pendidikan dan Dakwah IKABU Tambakberas Pusat)
Komentar
Posting Komentar